Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan dan peningkatan kapasitas pemuda-pemudi Sukaraja agar mampu berperan aktif dalam kemajuan desa, pelestarian budaya, dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Acara dibuka dengan khidmat oleh Yang Mulia Dalom Kesuma Ratu, dan turut dihadiri Yang Mulia Pangeran Punyimbang Agung, tokoh adat Lampung. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Rajabasa, Direktur Utama Yayasan Perisai Nusantara Future Sahbudin Usman, Kepala Desa Sukaraja, serta Ketua Pelaksana Roni Azi Saputra.
Yang Mulia Dalom Kesuma Ratu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat generasi muda yang terus menjaga dan mencintai adat serta kebudayaan Lampung.
“Pemuda adalah pewaris adat dan penjaga kehormatan budaya Lampung. Melalui kegiatan seperti ini, saya berharap lahir pemuda-pemudi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, menghormati leluhur, dan menjaga warisan budaya,” ujar Dalom Kesuma Ratu.
Sementara itu, Camat Rajabasa menegaskan bahwa kegiatan Khajabasa Muli Mekhanai Fest menjadi langkah positif untuk membangun kolaborasi antara pemuda dan pemerintah dalam membangun desa.
“Pemerintah kecamatan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga pemuda Sukaraja menjadi motor penggerak pembangunan dan mampu membawa semangat baru untuk kemajuan Rajabasa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Yayasan Perisai Nusantara Future, Sahbudin Usman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Kemenpora RI dalam memperkuat kapasitas kepemudaan di tingkat desa.
“Kami berterima kasih kepada Kemenpora atas kepercayaannya. Melalui bimbingan teknis ini, kami ingin menanamkan nilai kemandirian, kepemimpinan, dan inovasi bagi pemuda desa agar siap menghadapi tantangan masa depan,” jelas Sahbudin.
Kepala Desa Sukaraja M. Yusuf turut menyampaikan rasa bangganya karena Desa Sukaraja terpilih menjadi tuan rumah kegiatan kepemudaan ini.
“Kami bangga dan berterima kasih atas dukungan dari Kemenpora dan Yayasan Perisai Nusantara Future. Semoga kegiatan ini memotivasi pemuda desa untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya lokal,” ucapnya.
Sebagai penutup, Ketua Pelaksana Roni Azi Saputra menuturkan harapannya agar kegiatan ini menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara pemuda, pemerintah, dan lembaga.
“Khajabasa Muli Mekhanai Fest bukan sekadar acara seremonial, tetapi wadah pembelajaran dan kebersamaan. Kami berharap kegiatan ini melahirkan pemuda yang berdaya, berbudaya, dan siap mengelola potensi desa menuju kemandirian,” ujarnya.
Selain sesi bimbingan teknis yang meliputi materi pelestarian budaya, manajemen kepemudaan, pengelolaan lingkungan hidup, dan peran pemuda dalam pembangunan desa, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh Band Satu Arah, Sanggar Krakatau, bazar UMKM lokal, serta senam bersama ibu-ibu PKK yang menambah semarak suasana.
Dengan dukungan penuh dari Kemenpora Republik Indonesia melalui Yayasan Perisai Nusantara Future, acara ini menjadi bukti nyata sinergi lintas elemen dalam membangun generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing di tingkat desa.