BPBD Lampung Selatan Gelar Sosialisasi Early Warning System (EWS) di Desa Way Muli

BPBD Lampung Selatan Gelar Sosialisasi Early Warning System (EWS) di Desa Way Muli

Way Muli, Lampung Selatan – Sabtu, 24 Mei 2025
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar sosialisasi sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) pada Sabtu (24/5) pukul 13.00 WIB di Desa Way Muli. Kegiatan ini juga melibatkan Desa Banding dan Desa Way Muli Timur sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir selatan.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sistem peringatan dini dalam menghadapi potensi bencana, khususnya tsunami dan bencana alam lainnya.
Perwakilan BPBD Lampung Selatan, Septa Perdinan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Early Warning System adalah bentuk nyata upaya mitigasi bencana. “Early Warning System adalah upaya pengurangan risiko bencana, yang mudah-mudahan dengan adanya proyek ini dapat mengurangi kerentanan masyarakat. Saya harapkan bapak ibu menjadi tombak untuk mensosialisasikan kembali kepada masyarakat dalam mengurangi risiko bencana. InsyaAllah tanggal 26 proyek ini akan segera dilaksanakan. Saya harap bapak ibu dapat mendukung dan mensupport proyek ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Dani selaku leader dari PT KLN—perusahaan pelaksana proyek EWS—menyampaikan bahwa pengerjaan instalasi alat akan dimulai pada hari Senin dan berlangsung hingga Minggu. “Dalam pengerjaan ini, kami akan berkoordinasi langsung dengan pengurus desa setempat,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa proses teknis akan dimulai dengan penggalian pondasi berukuran 2x2 meter dengan kedalaman 2 meter, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BNPB. “Alat ini berfungsi sebagai perpanjangan tangan dari BPBD. Jika terjadi bencana, alat ini akan langsung diaktifkan oleh pengendali dari BPBD. Alat ini akan mengeluarkan suara dengan lima jenis sirine sebagai tanda peringatan,” tambah Dani.

Lebih lanjut, alat ini dirancang untuk bekerja secara mandiri tanpa menggunakan listrik PLN. “Sistem ini mengandalkan tenaga surya dan baterai, serta dilengkapi teknologi radio dan GSM untuk pengaktifan sistemnya. Kami harapkan program ini berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi BPBD, PT KLN, dan masyarakat desa, diharapkan sistem EWS ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta meminimalisir dampak bencana di wilayah pesisir Lampung Selatan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama