Sosialisasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan: Sinergi Rukun Nelayan, Dinas Kelautan, dan PT. Perintis Sarana Pancing Indonesia
Lampung Selatan, 18 April 2025 — Dalam upaya meningkatkan pemahaman nelayan tentang alat tangkap ramah lingkungan, Rukun Nelayan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung serta PT. Perintis Sarana Pancing Indonesia menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di desa sukaraja kecamatan rajabasa kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, termasuk Cici Anggara dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung yang menjelaskan bahwa tahun ini akan ada kegiatan pengadaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diperuntukkan bagi nelayan. "Kami harap kelompok nelayan bisa bersiap dengan kelengkapan administrasi agar bisa berpartisipasi dalam program ini," ujar Cici.
Sementara itu, Bapak Juner dari Dinas Perikanan Lampung Selatan menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin mengajukan bantuan untuk nelayan setiap tahun, dengan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon penerima, yaitu:
1. Harus memiliki kelompok nelayan aktif.
2. Kelompok tersebut harus memiliki legalitas hukum.
3. Kelompok harus terdaftar di Dinas Perikanan.
4. Setiap anggota kelompok wajib memiliki Kartu Nelayan.
5. Pengajuan bantuan harus disampaikan melalui proposal dari desa dan masuk ke forum Musrenbangdes, untuk kemudian dibawa ke Musrenbang Kecamatan dan Kabupaten.
6. Semua program pemerintah bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan nelayan secara menyeluruh.
“Prosedur ini bukan untuk mempersulit, tapi untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Juner.
Dari sektor swasta, Kelvin, perwakilan dari PT. Perintis Sarana Pancing Indonesia, memperkenalkan produk alat pancing produksi dalam negeri yang telah memenuhi standar nasional. “Kami berdiri sejak 30 tahun lalu sebagai produsen alat pancing lokal Indonesia. Sejak 2017, produk kami telah memiliki lisensi SNI. Dalam sosialisasi kali ini, kami mengajak para nelayan untuk mulai menggunakan alat pancing yang lebih ramah lingkungan namun tetap efektif,” ujarnya.
Ketua Rukun Nelayan sebagai tuan rumah kegiatan menyampaikan apresiasinya atas sinergi semua pihak. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di sosialisasi, tetapi berlanjut pada pelatihan lanjutan dan distribusi alat tangkap yang sesuai kebutuhan nelayan setempat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir dalam membangun sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.