KIM dari Lima Desa di Lampung Selatan Rancang Akun Media Pariwisata
Rajabasa, 16 Maret 2025 – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari lima desa di Lampung Selatan, yakni Desa Sukaraja, Desa Kunjir, Desa Suak, Desa Rajabasa, dan Desa Canti, menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka merancang akun media pariwisata daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tangguh Siap Paluma Nusantara, yang bertujuan untuk memperkenalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif di Lampung Selatan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Desa Sukaraja, para peserta sepakat untuk membangun akun media sosial yang akan menjadi pusat informasi wisata daerah. Akun ini akan menyajikan destinasi unggulan, paket wisata, serta produk oleh-oleh khas dari setiap desa yang tergabung dalam forum ini.
Ketua KIM Sukaraja, Roni Azi Saputra, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengangkat daya tarik wisata desa-desa di Lampung Selatan. "Kami ingin memperkenalkan keindahan alam dan budaya di setiap desa agar lebih dikenal oleh wisatawan. Selain itu, akun ini juga akan menawarkan paket wisata terpadu yang menghubungkan berbagai destinasi menarik," ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, masing-masing desa memetakan potensi wisata yang akan dipromosikan, di antaranya:
- Desa Sukaraja: Air Terjun Way Tayas, keindahan alam yang masih asri dan cocok untuk wisata petualangan.
- Desa Kunjir: Panorama pantai yang eksotis serta keunikan budaya masyarakat pesisir.
- Desa Suak: Spot selancar yang mulai diminati wisatawan, serta ekowisata yang mendukung kelestarian lingkungan.
- Desa Rajabasa: Pantai Rajabasa yang memukau dengan pemandangan Selat Sunda, serta air terjun 2 bidadari, sumber mata air alami yang memiliki cerita sejarah dan mitos lokal.
- Desa Canti: Pintu gerbang menuju Pulau Sebesi dan Gunung Krakatau, destinasi unggulan bagi wisatawan petualangan.
Selain mempromosikan destinasi wisata, forum ini juga membahas strategi pemasaran digital serta penyusunan katalog wisata yang akan memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan ke Lampung Selatan. Setiap desa akan berkontribusi dalam penyediaan informasi, serta mempromosikan produk unggulan mereka, seperti kuliner khas, kerajinan tangan, dan hasil laut.
Sebagai langkah awal, tim akan segera membangun dan mengelola akun media sosial di Instagram, Facebook, dan YouTube, serta membuat konten menarik yang dapat meningkatkan daya tarik wisata Lampung Selatan.
Kolaborasi antar-KIM dari lima desa ini diharapkan mampu membawa Lampung Selatan ke tingkat yang lebih maju sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
(Roni Azi Saputra – KIM Sukaraja)